Kathmandu,IntiJayaNews.com – Usai gelombang demonstrasi di Nepal, pada September 2025, kini Nepal telah memilih perdana menteri baru. Balendra Shah, seorang penyanyi rap yang beralih menjadi politikus, dilantik,Jumat (27/3/2026).
Balenda Shah, yang populer dengan nama Balen, baru-baru ini merilis sebuah lagu yang liriknya penuh optimisme tentang masa depan Nepal.
Balen lahir pada 1990 di Kathmandu. Dia merupakan putra bungsu di keluarganya.
Ayah Balen adalah seorang praktisi medis Ayurveda. Ibunya tinggal di rumah untuk mengurus keluarga.
Balen sudah menikah dan tinggal bersama istri dan putrinya. Dia menempuh pendidikan tinggi dan lulus dengan gelar insinyur.
Pada 2013, Balen mendadak terkenal setelah memenangkan kontes rap populer di Nepal. Dia menyanyikan lirik-lirik tajam, yang menyampaikan frustrasi generasi yang merasa tertindas dan terabaikan.
Setelah ajang itu, Balen merilis beberapa lagu populer yang mengkritik korupsi dan ketidaksetaraan sosial di negara yang berada di kawasan Himalaya tersebut.
Balen tampil secara khas dalam berbagai video musik, dengan kacamata hitam persegi, blazer hitam, dan celana panjang hitam.
Salah satu lagu hitnya yang paling terkenal, yang berjudul Balidan, telah disaksikan 14 juta kali di YouTube.
Balidan bermakna pengorbanan. Sebagian lirik lagu itu berbunyi: “Sementara kita menjual identitas kita di luar negeri, pegawai pemerintah mendapat gaji 30 ribu dan memiliki properti di 30 tempat berbeda. Siapa yang akan membayar utang orang-orang yang bekerja tujuh lautan jauhnya?”
Pada 2022, Balen yang berstatus pendatang baru di dunia politik memenangkan pemilihan walikota Kathmandu dengan kemenangan telak. Bertarung sebagai kandidat independen, dia mengalahkan partai-partai yang telah mendominasi perpolitikan Nepal selama beberapa dekade.
Selama masa jabatannya sebagai walikota, Balen berupaya membersihkan kota, melestarikan warisan budaya asli, dan menggelar pemberantasan korupsi.
Balen juga memiliki program kontroversial, yaitu merobohkan bangunan ilegal–yang dia klaim penting untuk mengurangi kemacetan lalu lintas, tapi ditentang pedagang kaki lima dan penduduk di permukiman informal.
Selama kampanye, janjinya untuk melakukan perubahan diterima para pemilih yang muak terhadap korupsi, nepotisme, dan pemerintahan yang dijalankan oleh dan untuk kepentingan elite.(BBC News)





