Bandung,IntiJayaNews.com – Pakar Otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu menyebutkan bahwa konsumsi energi dapat dihemat selama perjalanan mudik Lebaran 2026.
Dikatakan, ada tiga faktor, yakni dengan menekan buangan energi dari gaya mengemudi, kondisi fisik kendaraan, serta pengaturan beban muatan.
Yannes menjelaskan bahwa gaya mengemudi yang mengabaikan aspek efisiensi berdampak langsung pada angka konsumsi BBM.
“Gaya mengemudi agresif dapat menurunkan efisiensi BBM sekitar 15-30 persen di jalan tol dan 10-40 persen pada kondisi lalu lintas padat,” ujar Yannes dikutip dari Antara, Kamis (12/10).
Menurut Yannes, konsumsi energi meningkat saat pengemudi memacu kendaraan pada kecepatan tinggi, melakukan akselerasi tiba-tiba, serta pengereman mendadak.
Kondisi lalu lintas stop-and-go yang tidak terantisipasi juga memperburuk tingkat efisiensi mesin.
Selain faktor perilaku pengemudi, kondisi komponen kendaraan memegang peran dalam menjaga stabilitas penggunaan bahan bakar.
Berikut adalah poin-poin teknis yang perlu diperhatikan pemudik:
Pemeliharaan Mesin: Melakukan servis berkala, mengganti oli sesuai jadwal, dan memastikan filter udara bersih agar mesin bekerja optimal.
Tekanan Ban: Menyesuaikan tekanan ban dengan rekomendasi pabrikan saat kondisi ban dingin guna mengurangi rolling resistance atau hambatan gulir.
Manajemen Beban: Mengurangi berat beban yang tidak diperlukan di dalam bagasi dan menghindari penggunaan roof rack kosong yang menambah hambatan angin.
Kecepatan Stabil: Menjaga kecepatan konstan dan memanfaatkan fitur cruise control jika tersedia pada kendaraan.
Yannes menambahkan bahwa rolling resistance muncul akibat perubahan bentuk ban saat bersentuhan dengan permukaan jalan.
Proses ini membuang sebagian energi dalam bentuk panas, sehingga mesin membutuhkan tenaga tambahan untuk menjaga pergerakan kendaraan.
Sebagai langkah antisipasi di jalan tol, pengurangan kecepatan membantu penghematan karena konsumsi energi meningkat tajam saat kendaraan melaju pada kecepatan tinggi.
Sementara dalam situasi kemacetan, penghematan berasal dari pengurangan agresivitas serta menghindari kondisi mesin menyala tanpa pergerakan dalam waktu lama.(kompastv)





