Operasi Pembersihan Ikan Sapu-Sapu, Ternyata Ini Bahayanya!

Puluhan ikan sapu-sapu ditangkap di kali depan Plaza Indonesia. (Dok. Pemprov DKI Jakarta)

Jakarta,IntiJayaNews.com – Meningkatnya populasi ikan sapu-sapu di dinilai mengancam ekosistem perairan Jakarta. Pemprov DKI Jakarta melakukan operasi pembersihan di wilayah Ibu Kota.

“Saya meminta bukan hanya di Jakarta Pusat, di semua wilayah yang ikan sapu-sapunya banyak untuk kita adakan operasi (pembersihan),” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dikutip, Senin (13/4/2026).

Bacaan Lainnya

Pembersihan melibatkan Wali Kota Jakarta Pusat, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta, dan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU).

“Kalau tidak dilakukan segera penangkapan, jumlah ikan sapu-sapu ini pasti ini akan berpengaruh pada ekosistem kita,” tuturnya.

Bahaya Konsumsi Ikan Sapu-Sapu

Di samping bisa dimanfaatkan untuk menjaga kebersihan akuarium, ikan sapu-sapu memiliki sisi negatif.

Terutama di perairan bebas, di mana spesies invasive ini bisa merusak ekositem lantaran mendominasi habitat hingga memakan telur ikan lokal.

Tidak disarankan mengonsumsi ikan sapu-sapu. Berikut lima bahaya konsumsi ikan sapu-sapu bagi kesehatan tubuh.

  1. Reaksi Alergi

Sebagian orang berpotensi mengalami reaksi alergi setelah mengonsumsi ikan sapu-sapu, terutama jika ikan tersebut terkontaminasi bahan kimia berbahaya.

Gejala yang muncul bisa berupa gatal-gatal, ruam kulit, hingga gangguan pencernaan ringan sampai sedang.

  1. Potensi Keracunan Makanan

Mengonsumsi ikan sapu-sapu yang berasal dari perairan tercemar dapat memicu gejala keracunan makanan seperti mual, muntah, dan diare.

Kondisi ini terjadi akibat kemungkinan akumulasi zat berbahaya dalam daging ikan yang masuk ke tubuh manusia.

Risiko ini meningkat jika ikan berasal dari lingkungan sungai perkotaan yang terpapar limbah.

  1. Risiko Infeksi Parasit

Selain bahan kimia, ikan sapu-sapu juga berpotensi membawa parasit seperti cacing yang dapat menyebabkan infeksi pada manusia.

Risiko ini meningkat apabila ikan tidak dimasak hingga matang sempurna sebelum dikonsumsi.

  1. Kontaminasi Logam Berat

Salah satu risiko paling serius adalah kemungkinan kontaminasi logam berat seperti merkuri dan kadmium.

Paparan logam berat dalam jangka panjang dapat berdampak pada kerusakan organ internal serta gangguan kesehatan lainnya.

  1. Paparan Limbah Kimia dan Pestisida

Ikan sapu-sapu dikenal hidup di perairan yang sering terpapar limbah industri maupun pertanian.

Kondisi ini membuat ikan berisiko menyerap bahan kimia berbahaya serta pestisida dari lingkungannya.

Karena berbagai potensi risiko mengonsumsi ikan sapu-sapu tersebut, masyarakat disarankan lebih selektif dalam memilih jenis ikan konsumsi dan mengutamakan sumber pangan yang berasal dari perairan bersih serta aman dikonsumsi.(ftnews/Editor: Jeffry Sarafil)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *