Mengapa Bendera ‘One Piece’ Mendunia, Jadi Lambang Aksi Protes Gen Z?

Foto: istimewa

Jakarta,IntiJayaNews.com – Di seluruh dunia, saat ini bendera bergambar tengkorak bertopi jerami sebagai sekelompok bajak laut terkenal yang dipimpin oleh kapten muda bernama Monkey D. Luffy, telah menjadi lambang pergerakan Gen Z.

Lantas bagaimana bajak laut fiksi ini menjadi simbol perlawanan dan apa makna simbol tersebut?

Bacaan Lainnya

“‘One Piece’ didaulat sebagai serial manga paling sukses dan populer sepanjang masa,” jelas ahli manga dan anime Andrea Horbinski, penulis dari buku yang akan segera terbit “Manga’s First Century: How Creators and Fans Made Japanese Comics, 1905-1989.”

Diciptakan pada tahun 1997 oleh seniman manga Jepang Eiichiro Oda, serial ini sudah memiliki lebih dari 110 komik dan jumlahnya terus bertambah.

Komik ini berhasil terjual lebih dari 500 juta kopi, memecahkan berbagai rekor penerbitan Guinness. Berbagai film telah lahir dari kisah ini termasuk serial animasi televisi yang sudah berjalan lebih dari 1.000 episode.

Intinya ”One Piece” mengikuti kisah kapten muda Luffy dan krunya, Bajak Laut Topi Jerami, menentang kekuatan korup, termasuk pemerintah dunia yang otoriter.

“Luffy dan krunya memperjuangkan kebebasan, pilihan individu, dan mengikuti nurani” kata Horbinski kepada DW. “Dalam perjalanan petualangan mereka, mereka membantu kelompok yang tertindas dan menentang figur otoritas yang korup. Jadi saya rasa aspek-aspek tersebut turut beresonansi dengan orang-orang yang mengibarkan bendera ini untuk protes.”

Bendera ini sudah pernah digunakan di Indonesia selama gelombang pertama protes mahasiswa pada Februari 2025 sebagai simbol ketidakpuasan masyarakat jelang peringatan ke-80 hari kemerdekaan Indonesia.

Protes Gen Z di Nepal berhasil membatalkan larangan media sosial tersebut dan berhasil membuat perdana menteri KP Sharma Oli mundur. Namun, reaksi keras pihak berwenang terhadap protes juga menyebabkan banyak korban, setidaknya 72 orang tewas dan lebih dari 2.100 orang terluka.

Meski menghadapi risiko, pencapaian para pengunjuk rasa Nepal menginspirasi kelompok pemuda lainnya di seluruh dunia termasuk di Filipina, Serbia, Kenya, Maroko, Paraguay, Peru, dan Madagaskar.

“Kami melihat apa yang terjadi di Nepal dan jujur saja, itu menyalakan semangat kami,” kata Virgilus Slam, seorang seniman yang bergabung dengan para aktivis Gen Z di Madagaskar. Itu menginsipirasi kami dengan “melihat gerakan popule yang dipimpin para kaum muda, muncul dan tumbuh sedikit demi sedikit di bawah bendera ini,” kata Slam kepada DW.

Simbol “One Piece” menjadi logo resmi akun media sosial para pengunjuk rasa di Madagaskar. Mereka bahkan menambahkan sentuhan lokal pada simbol itu, dengan mengganti topi jerami dengan topi Satroka, yang secara tradisional dikenakan oleh suku Betsileo di Madagaskar. Banyak orang di Madagaskar menggunakannya sebagai tanda solidaritas.

Meskipun isu di setiap negara berbeda, banner “One Piece” menjadi salah satu elemen yang menyatukan protes Gen Z.

Gen Z, yang terdiri dari mereka yang lahir antara 1996 hingga 2010, adalah generasi pertama yang tumbuh sepenuhnya di era internet.(Sumber: DW)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *