Jakarta,IntiJayaNews.com – Menteri Dalam Negeri Tito Karnivian menanggapi sejumlah kepala daerah yang tertangkap Komisi Pemberantasan Korupsi !KPK).
Tito mengaitkan persoalan hukum yang menimpa kepala daerah dengan mekanisme rekrutmen melalui sistem Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung oleh rakyat.
“Dan ternyata tidak menjamin menghasilkan pemimpin yang baik. Ada yang bagus, ada juga yang seperti ini,” ujarnya.
Mantan Kapolri itu menyebut kasus kepala daerah tersandung korupsi bukan hal baru. Bahkan, ia menilai fenomena tersebut terjadi berulang dalam waktu yang relatif singkat.
“Artinya ada problem sistematis, ada persoalan mendasar. Salah satunya mungkin mekanisme rekrutmen yang selama ini digunakan, yaitu pemilihan langsung melalui pilkada. Di satu sisi ada positifnya, tapi ada juga negatifnya, di antaranya biaya politik yang mahal dan tidak menjamin yang terpilih adalah orang yang baik,” tuturnya.
“Jawaban saya cuma satu, yang memilih siapa? Sudah itu saja. Yang memilih siapa? Rakyat, iya kan,” kata Tito di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026). (okezone/editor:Jeffry Sarafil)





