Manila,IntiJayaNews.com – Warga Filipina berjuang menghadapi lonjakan harga minyak, pendapatan yang menurun, dan ekonomi yang stagnan dilansir dari Al Jazeera.
Sejak Amerika Serikat dan Israel meluncurkan operasi militer bersama melawan Iran hampir sebulan lalu, harga bahan bakar melonjak dengan sangat cepat, sehingga membuat jalanan ibu kota Filipina mendadak sepi kendaraan.
Situasi ini mengingatkan pada masa lockdown COVID-19 lima tahun lalu.
Manila, ibukota Filipina merasakan imbas perang Iran-Israel dan gangguan distribusi BBM di selat Hormuz.
Perang memicu kenaikan harga BBM dan membuat jalanan menjadi sepi.
Selama bertahun-tahun, kemacetan transportasi di Metro Manila terkenal buruk, bahkan menjadi yang terparah di dunia pada 2024 menurut indeks lalu lintas TomTom.
Namun belakangan ini, perjalanan sejauh 26 km dari bandara Manila ke Balai Kota Quezon bisa ditempuh hanya dalam 45 menit—jauh lebih cepat dibanding biasanya yang mencapai dua jam, menurut Google Maps.
Jumlah bus, jeepney, dan kendaraan transportasi online berkurang di jalanan, jumlah penumpang yang menggunakan jaringan kereta yang terbatas di Manila justru melonjak.(Disway)





