Lagi, Serangan Udara Israel Tewaskan 5 Jurnalis dan 20 Warga Sipil

Foto: Istimewa

Gaza,IntiJayaNews.com – Lima jurnalis dan sedikitnya 20 warga sipil tewas akibat serangan udara Israel di Rumah Sakit Nasser di Jalur Gaza selatan

Mengutip dari Anadolu Agency dan The Hill, para korban berada di lantai empat Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, rumah sakit terbesar di Gaza selatan, saat dua serangan berturut-turut Israel menghantam bangunan tersebut, lapor sejumlah media dengan mengutip pejabat kesehatan Gaza. 

Bacaan Lainnya

Empat jurnalis termasuk diantara korban terbunuh, yaitu Mariam Dagga, jurnalis lepas untuk Associated Press; kameramen Hussam al-Masri, kontraktor Reuters; Mohammed Salam, jurnalis untuk Al Jazeera; dan Moaz Abu Taha, jurnalis untuk NBC News. 

Reuters juga mengonfirmasi bahwa fotografer Hatem Khaled, kontraktor lain untuk media tersebut, juga tewas dalam serangan terbaru Israel. Associated Press mengaku terkejut dan sedih atas kematian Dagga serta para jurnalis dan korban lainnya, dan berjanji akan “melakukan segala yang kami bisa untuk menjaga keselamatan jurnalis kami di Gaza.”

 “Kami melakukan segala yang kami bisa untuk menjaga keselamatan jurnalis kami di Gaza saat mereka terus memberikan laporan Saksi mata yang penting dalam kondisi yang sulit dan berbahaya,” kata AP dalam sebuah pernyataan. 

Zaher al-Waheidi, kepala departemen pencatatan Kementerian Kesehatan Gaza, mengatakan kepada Associated Press bahwa 19 orang tewas dalam serangan di rumah sakit tersebut.

 Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Kolonel Nadav Shoshani, mengonfirmasi serangan itu, seraya menyatakan bahwa IDF “menyesalkan setiap kerugian pada individu yang tidak terlibat dan tidak menargetkan jurnalis.”

 “Kepala Staf Umum telah memerintahkan untuk melakukan penyelidikan awal secepat mungkin,” tulisnya dalam sebuah unggahan di X.

 “IDF menyesali setiap kerugian pada individu yang tidak terlibat dan tidak menargetkan jurnalis sebagai sasaran. IDF bertindak untuk meminimalkan kerugian pada individu yang tidak terlibat sebisa mungkin sambil menjaga keselamatan pasukan IDF.” 

Sedikitnya 231 jurnalis dan pekerja media telah terbunuh sejak dimulainya konflik pada 7 Oktober 2023, menurut Federasi Internasional Jurnalis (IFJ). (Sumber: metrotvnews)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *