Jakarta,IntiJayaNews.com – Galeri benda pusaka didirikan para kolektor keris dan pecinta beda pusaka (Yayasan Samuhita) di Kota Pudak, Kabupaten Gresik.
Ketua Yayasan Samuhita, Rio menyampaikan bahwa galeri ini dibangun sebagai ruang kreasi untuk generasi muda. Utamanya, para siswa yang ingin belajar lebih jauh soal benda pusaka.
Galeri ini terbuka untuk umum setiap hari dan siap menjadi destinasi wisata edukasi baru. Lokasinya berada di Jalan Nasrun Baru Gang 318 Proklamasi Kabupaten Gresik.
Salah satu koleksi paling mencuri perhatian adalah keris bernilai Rp500 juta yang dilapisi emas hingga bilah keris yang diperkirakan berasal dari abad ke-9.
Sudarto, penasihat Yayasan Samuhita mengatakan galeri yang baru saja diresmikan ini menampilkan lebih dari puluhan pusaka, mulai keris klasik hingga keris modern juara nasional.
Seluruh koleksi merupakan warisan turun-temurun dan dirawat secara khusus. Keris yang dipamerkan ini merupakan milik para kolektor.
Sudarto menambahkan, koleksi yang dipamerkan termasuk keris Naga Sapto emas dan berlian itu pernah menjadi yang terbaik dalam ajang yang digelar di Solo Jawa Tengah.
“Keris itu ditaksir mencapai Rp500 Juta. Koleksi ini bukan hanya dipamerkan, tapi untuk memberi pemahaman tentang nilai seni dan sejarah keris,” katanya.
“Perawatannya cukup diberi minyak, tidak mesti sebulan sekali. Kalau kotor baru dicuci. Total ada 50 yang dipamerkan disini,” ujarnya.
Pengunjung juga bisa bersantai di kafe yang berada tepat di samping galeri pusaka, usai menikmati koleksi pusaka.
Konsep kafe ini didesain khusus seperti di pedesaan. Ornamennya mirip seperti tempo dulu. Meski begitu, menu yang ditawarkan pun bervariasi, mulai wedang hingga masakan modern.
“Konsepnya kami ambil dari budaya kumpul di kampung. Ada menu tradisional seperti wedang-wedangan, sampai kopi dan minuman modern. Semua kalangan kami layani,” ungkap Riri Rio, owner Titik Kumpul. (Times Indonesia)





