Jenderal Militer Israel Ini, Berani Minta Netanyahu Gencatan Senjata

Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Letnan Jenderal Eyal Zami/ Foto: Reuters

Gaza,IntiJayaNews.com – Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Letnan Jenderal Eyal Zamir, dikabarkan mulai melawan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu terkait serangan ke Gaza.

“Kepakatan untuk membebaskan sandera Israel tersisa di Gaza sudah ada. Kini tergantung Netanyahu untuk menyepakatinya kesepakatan gencatan senjata tersebut,” ujarnya karena Kabinet Keamanan Israel akan membicarakan proposal gencatan terbaru pada Selasa (26/8/2025).

Bacaan Lainnya

Pihak Hamas sudah menyetujui proposal kesepakatan senjata tersebut pekan lalu.

Dikutip dari BBC, Senin (25/8/2025), Forum Sandera dan Keluarga yang Hilang mengatakan, Zamir telah menyuarakan apa yang rakyat Israel paling inginkan.

Itu termasuk kesepakatan memulangkan lebih dari 50 sandera tersisa, 20 di antaranya dipercaya masih hidup, dan mengakhiri perang.

Mereka telah melakukan demonstasi sejak awal bulan ini dengan ratusan ribu orang berkumpul di Tel Aviv.

Mereka menyerukan agar perang di Gaza diakhiri, dan mencapai kesepakatan pembebasan sandera yang ditahan Hamas.

Kelompok itu berencana kembali melakukan demonstrasi massal pada Selasa.

Media Israel mengungkapkan, Zamir telah berargumen menentang pendudukan berskala penuh.

Ia beralasan serangan tersebut akan membahayakan nyawa para sandera, dan melumpuhkan militer yang kelelahan di Gaza.

Pada kesepakatan terbaru, mediator Mesir dan Qatar dilaporkan melakukan berdasarkan kerangka kerja yang diajukan Utusan AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff pada Juni.

Kesepakatan itu berisi Hamas akan membebaskan setengah dari sandera Israel dalam dua putaran dalam gencatan 60 hari.

Selain itu juga akan ada negosiasi terkait gencatan senjata permanen.

Kantor Netanyahu sebelumnya mengatakan, Israel hanya akan menerima kesepakatan jika semua sandera dibebaskan dalam satu kesempatan.

Netanyahu telah bersumpah akan mengalahkan Hamas, dan tak mempedulikan kritik atas rencana ekspansinya dalam perang, bahkan dari komunitas internasional dan juga Zamir.

Serangan skala penuh Israel akan memaksa satu juta orang di Kota Gaza dipindahkan ke kamp di sebelah selatan.

Namun, Israel tak mengungkapkan tenggat waktu yang jelas terkait kapan tentaranya akan masuk Kota Gaza.(Sumber: kompastv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *