Ini Dia Sosok Ayatollah Alireza Arafi, Pengganti Ali Khamenei

Ayatollah Alireza Arafi/ Foto: UNN

Teheran,IntiJayaNews.com – Ayatollah Alireza Arafi ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi sementara menyusul wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Ayatollah Alireza Arafi lahir pada 1959 di Meybod, Provinsi Yazd. Ia berasal dari keluarga ulama dan menempuh pendidikan keagamaan di Qom, pusat pendidikan Islam Syiah di Iran. Arafi telah mencapai tingkat Mujtahid, yang memberinya otoritas untuk mengeluarkan fatwa secara independen.

Bacaan Lainnya

Pengaruh Arafi lebih banyak dibangun melalui jalur kelembagaan ketimbang politik elektoral. Pada periode 2009-2018, ia menjabat sebagai pimpinan Universitas Internasional Al-Mustafa di Qom, lembaga yang berfokus pada pendidikan ulama dari Iran dan berbagai negara.

Dalam salah satu pernyataannya, Arafi pernah menyebut jaringan institusi tersebut memiliki misi global penyebaran ajaran Syiah. Klaim tersebut menuai sorotan, namun menunjukkan peran strategisnya dalam diplomasi keagamaan Iran.

Semasa hidupnya, Khamenei secara bertahap menempatkan Arafi di sejumlah posisi penting. Ia pernah menjabat sebagai imam salat Jumat di Meybod dan Qom, sebelum akhirnya diangkat sebagai anggota Dewan Penjaga pada 2019.

“Penunjukan-penunjukan tersebut mencerminkan tingkat kepercayaan tinggi terhadap loyalitas ideologis dan kapasitas administratif Arafi,” ujar seorang analis politik Iran, seperti dikutip media lokal.

Dalam perjalanan politiknya, Arafi sempat gagal meraih kursi Majelis Pakar pada pemilu 2016 di Teheran. Namun ia masuk melalui pemilihan sela 2021. Pada pemilu Maret 2024, Arafi menjadi peraih suara terbanyak di Teheran dan terpilih sebagai wakil ketua kedua Majelis Pakar, memperkuat posisinya dalam proses suksesi kepemimpinan.

Arafi dikenal memiliki sikap keras terhadap Amerika Serikat (AS). Dalam sebuah kesempatan, ia sempat menyebut AS sebagai “pusat pelanggaran hak asasi manusia.”

“Amerika akan membawa keinginannya agar Iran menghentikan produksi peralatan militer sampai ke liang kubur,” kata Arafi dalam sebuah pidato tahun lalu.(CNBC)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *