Jakarta,IntiJayaNews.com – Mengutip Indonesia Baik, laman yang dikelola Komdigi, berdasarkan laporan World Instant Noodles Association (WINA) tahun 2024, Indonesia menempati posisi kedua di dunia dalam mengkonsumsi mi instan, dengan total mencapai 14,68 miliar porsi per tahun.
Indonesia berada di peringkat kedua dunia dengan konsumsi 14,68 miliar porsi per tahun, sekaligus menjadi tertinggi di Asia Tenggara.
Di Indonesia, mi instan bukan sekadar makanan cepat saji—melainkan bagian dari budaya dan gaya hidup, dari anak kos hingga keluarga besar.
Kehadiran mi instan di tengah masyarakat bukan sekadar soal kepraktisan, tapi juga nostalgia dan kenyamanan. Dari anak kos hingga keluarga besar, dari dapur rumah hingga warung pinggir jalan—mi instan sudah menjadi bagian dari identitas kuliner Indonesia.
Dengan angka konsumsi yang terus tinggi, mi instan membuktikan diri sebagai salah satu makanan paling dicintai di tanah air.
Sementara China dan Hong Kong menempati posisi pertama dunia dalam konsumsi mi instan, mencapai 43,8 miliar porsi per tahun.
India menduduki posisi ketiga dengan 8,32 miliar porsi,
Vietnam di urutan keempat dengan 8,13 miliar porsi.
Jepang menempati posisi kelima dengan konsumsi mencapai 5,9 miliar porsi per tahun.
Amerika Serikat dengan 5,15 miliar porsi, menunjukkan popularitas mi instan bahkan di negara Barat.
Filipina berada di peringkat ketujuh dengan 4,49 miliar porsi
Korea Selatan (4,09 miliar)
Thailand (4,08 miliar).
Nigeria menjadi satu-satunya negara Afrika yang masuk daftar 10 besar, dengan konsumsi mencapai 3 miliar porsi per tahun.
Total konsumsi global menunjukkan bahwa Asia masih menjadi pusat terbesar penggemar mi instan, mencakup 8 dari 10 negara teratas.(kompastv)





