Jakarta,IntiJayaNews.com – Walt Disney Company protes keras terhadap TikTok dan perusahaan induknya, ByteDance, menayangkan platform menciptakan video viral, termasuk adegan perkelahian versi AI antara Tom Cruise dan Brad Pitt, yang tampak seolah-olah diproduksi dengan anggaran jutaan dolar.
Kini TikTok dan perusahaan induknya, ByteDance, tengah memperketat kontrol atas Seedance 2.0, sebuah platform AI pembuat video realistis yang dikembangkan ByteDance.
Seedance 2.0, yang resmi diluncurkan pada 12 Februari 2026 oleh ByteDance, memungkinkan pengguna menghasilkan video realistis hanya dengan beberapa kalimat perintah. Dalam hitungan hari, platform ini menciptakan video viral.
Kecepatan dan realisme yang ditawarkan memunculkan kekhawatiran serius dari industri kreatif mengenai potensi pelanggaran hak cipta dan penyalahgunaan representasi citra tanpa izin.
Langkah ini menjadi sorotan global karena menandai ketegangan antara inovasi teknologi AI dan perlindungan hak cipta di industri hiburan internasional.
Melansir dari The Guardian, Selasa (17/2/2026), Walt Disney mengirim surat penghentian dan larangan (cease‑and‑desist) kepada ByteDance. Disney menuduh Seedance 2.0 dilengkapi dengan “perpustakaan bajakan” yang menampilkan karakter-karakter berhak cipta dari waralaba Marvel dan Star Wars. Tuduhan itu menekankan penggunaan, distribusi, dan pembuatan karya turunan tanpa izin formal, termasuk tokoh seperti Spider‑Man dan Darth Vader.
Menanggapi tekanan tersebut, ByteDance menegaskan komitmennya terhadap perlindungan hak kekayaan intelektual. Juru bicara perusahaan menyatakan, “Kami sedang memperkuat mekanisme pengamanan untuk mencegah penggunaan ilegal atas hak kekayaan intelektual dan kemiripan tokoh oleh pengguna.” Meski begitu, perusahaan belum merinci detail atau jadwal implementasi langkah-langkah tersebut.(jawaposcom)





