Dituding Raup Untung Rp1,8 Miliar per Tahun, Begini Penjelasan BGN!

Program Makan Bergizi Gratis ( MBG)/ Foto: istimewa

Jakarta,IntiJayaNews.com – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional, Sony Sonjaya, membantah bahwa video yang menampilkan Ketua BEM UGM yang menyebutkan bahwa Mitra SPPG memperoleh keuntungan bersih hingga Rp1,8 miliar per tahun, bahkan dikaitkan dengan dugaan mark-up bahan baku. 

Begitu pula masalah isu kepemilikan dapur oleh pihak yang diasosiasikan dengan partai politik tertentu, sehingga muncul kesan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disiapkan untuk membiayai kepentingan partai.

Bacaan Lainnya

“Narasi tersebut merupakan bentuk disinformasi yang menyesatkan dan tidak sesuai dengan fakta teknis maupun skema pembiayaan yang berlaku,” tegasnya.

Ia membantah klaim mitra meraup keuntungan Rp1,8 miliar per tahun adalah asumsi yang keliru dan tidak berdasar pada realitas investasi maupun operasional.

“Mitra mendapatkan “untung bersih” Rp 1,8 miliar per tahun adalah asumsi fiktif yang tidak berdasar pada realitas bisnis dan investasi,” ucap Sony.

Padahal, Rp 1,8 miliar bukan keuntungan bersih, melainkan pendapatan kotor maksimal.

Menurutnya angka Rp1,8 miliar merupakan estimasi pendapatan kotor (gross revenue) maksimal, dengan perhitungan Rp6.000.000 x 313 hari operasional (Minggu libur) = Rp1.878.000.000 per tahun.

⁠Angka tersebut bukan laba bersih, melainkan pendapatan sebelum dikurangi biaya investasi, operasional, pemeliharaan, depresiasi, dan risiko usaha lainnya.

Untuk memperoleh insentif tersebut, mitra wajib membangun SPPG sesuai Juknis 401.1 Tahun 2026 yang menetapkan standar teknis sangat ketat. 

Estimasi investasi awal yang harus dikeluarkan Mitra dari dana pribadi berkisar antara Rp2,5 miliar hingga Rp6 miliar, tergantung harga lahan dan lokasi (misalnya Jakarta, Bali, Batam, atau Papua). Investasi ini merupakan belanja modal (Capital Expenditure/CapEx).

Investasi tersebut meliputi antara lain, pengadaan lahan seluas 500–800 meter persegi, pembangunan dapur industri ±400 meter persegi, ⁠8–10 unit AC, ⁠16 titik CCTV, ⁠Instalasi listrik 3 phase, ⁠Sistem filtrasi air standar air minum, ⁠IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), ⁠Lantai granit atau epoksi antibakteri.

Kemudian ⁠Mess karyawan dan ruang kantor, ⁠Peralatan masak berskala industri, ⁠Penyediaan serta pelatihan tenaga relawan dan ⁠Fasilitasi sertifikasi seperti SLHS dan Halal.(Ntvnews)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *