London,IntiJayaNews.com – Polisi Inggris berencana memperluas penggunaan teknologi pengenalan wajah berbasis kecerdasan buatan (AI) yang digunaka Israel di Gaza.
Teknologi tersebut disebut-sebut menggunakan perangkat lunak yang sebelumnya dipakai oleh militer Israel di Gaza.
Menurut laporan Al Jazeera, sistem pengenalan wajah itu digunakan Israel untuk melacak dan mengidentifikasi warga sipil Palestina di pos pemeriksaan.
Menteri Dalam Negeri Inggris, Shabana Mahmood, pada Senin lalu mengumumkan rencana peningkatan besar-besaran penggunaan teknologi pengenalan wajah oleh kepolisian sebagai bagian dari sistem pengawasan.
Investigasi Al Jazeera, badan pengadaan Kementerian Dalam Negeri Inggris, Blue Light Commercial, bahwa perusahaan asal Israel, Corsight AI, menyediakan perangkat lunak pengenalan wajah tersebut melalui kerja sama dengan perusahaan Inggris, Digital Barriers.
Dalam proposal Kementerian Dalam Negeri, armada mobil pengenalan wajah langsung yang saat ini berjumlah 10 unit akan ditingkatkan menjadi lebih dari 50 unit. Mobil-mobil ini akan dikerahkan secara nasional untuk mengidentifikasi individu yang masuk dalam daftar pantauan polisi.
Rencana ini menuai kritik dari aktivis kebebasan sipil yang khawatir terhadap potensi pelanggaran privasi. Selain itu, muncul pertanyaan terkait akurasi teknologi tersebut, mengingat penggunaannya oleh aparat Israel di Gaza.
Human Rights Watch mengkritik upaya Inggris yang lebih luas untuk memasukkan teknologi pengenalan wajah ke dalam kepolisian, menyebutnya sebagai “pengorbanan hak asasi manusia dalam skala nasional”.
“Ini adalah pelanggaran massal terhadap hak privasi dan non-diskriminasi, dan juga membahayakan hak atas kebebasan berekspresi, berasosiasi, dan berkumpul,” kata Anna Bacciarelli, Peneliti AI Senior di Human Rights Watch.
“Uang pembayar pajak tidak boleh dihabiskan untuk mengontrak perusahaan yang memfasilitasi pelanggaran hak asasi manusia dimanapun,” tegasnya. (Ftnews)





