Jakarta,IntiJayaNews.com – BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Direktorat Meteorologi Maritim, memetakan sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami banjir rob dengan rentang waktu berbeda-beda.
Di wilayah Sumatera, potensi rob diprakirakan terjadi di pesisir Sumatera Utara pada 18–22 Februari, Riau pada 17–20 Februari, Kepulauan Riau pada 12–16 Februari, serta Sumatera Barat pada 15–19 Februari.
Untuk wilayah Jawa dan Bali, potensi rob meliputi pesisir Banten pada 13–16 Februari dan kembali berpotensi pada 21–24 Februari di wilayah Pandeglang.
Pesisir Jakarta diperkirakan terdampak pada 12–16 Februari, sementara Jawa Barat pada 12–16 Februari.
Di Jawa Tengah, potensi rob berlangsung antara 12–19 Februari, sedangkan Jawa Timur pada 13–20 Februari dan khusus Banyuwangi pada 19–23 Februari.
Wilayah selatan Bali juga diperkirakan terdampak pada 18–24 Februari.
Di kawasan Nusa Tenggara, potensi rob diprakirakan terjadi pada 14–19 Februari.
Sementara itu, wilayah Kalimantan juga masuk dalam daftar daerah terdampak, dengan potensi rob di Kalimantan Barat pada 13–19 Februari, Kalimantan Tengah pada 17–21 Februari, dan Kalimantan Selatan pada 16–24 Februari.
Adapun wilayah Sulawesi dan Maluku turut masuk dalam daftar potensi rob. Sejumlah pesisir Sulawesi Utara diprakirakan terdampak antara 15–24 Februari.
Wilayah Maluku dan Maluku Utara memiliki rentang potensi rob hingga 25 Februari 2026.
BMKG menegaskan bahwa waktu dan dampak rob dapat berbeda pada setiap lokasi, tergantung pada karakteristik pasang surut dan kondisi geografis setempat.
Berikut selengkapnya daftar wilayah yang terdampak:
Potensi Banjir Pesisir (ROB)
Prediksi Fenomena Fase Bulan Baru – Februari 2026
Wilayah / Lokasi Pesisir Rentang Waktu:
Pesisir Sumatera Utara, Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Marelan18–22 Februari 2026
Pesisir Riau, Dumai, Bengkalis, Rokan Hilir, Kep. Meranti, Indragiri Hilir17–20 Februari 2026
Pesisir Kepulauan Riau, Anambas12–16 Februari 2026Pesisir Sumatera Barat, Padang, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Agam, Pasaman Barat, Mentawai15–19 Februari 2026
Pesisir Jakarta, Kamal Muara, Kapuk Muara, Pluit, Ancol, Cilincing, Tanjung Priok, Muara Angke, dll12–16 Februari 2026.
Pesisir Banten Utara, Tangerang (13-16 Feb), Labuan (21-24 Feb), Cikeusik, Bayah13–24 Februari 2026Pesisir Jawa Tengah, Semarang, Demak, Pekalongan, Batang, Kendal, Jepara (12-18 Feb), Tegal, Pemalang, Brebes (12-19 Feb)12–19 Februari 2026
Pesisir Jawa Timur Barat, Surabaya (Tuban, Lamongan, Gresik) (13-20 Feb), Banyuwangi (19-23 Feb)13–23 Februari 2026Pesisir Bali Selatan, Bali (Gianyar, Badung, Denpasar, Tabanan, Klungkung)18–24 Februari 2026
Pesisir Kalimantan Barat, Kota Pontianak, Sungai Kapuas13–19 Februari 2026
Pesisir Sulawesi Utara, Talaud, Sangihe, Manado, Bitung, Minahasa, Bolaang Mongondow15–24 Februari 2026Pesisir Maluku, Ambon, Maluku Tengah, Seram Timur, Kep. Kai, Kep. Aru, Kep. Tanimbar12–25 Februari 2026
BMKG mengimbau masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan selama periode tersebut.
Informasi resmi terkait cuaca maritim dan potensi rob dapat diakses melalui laman maritim.bmkg.go.id, call center BMKG, serta kanal media sosial resmi BMKG Maritim.
Warga yang bermukim di daerah rawan genangan disarankan mempersiapkan langkah mitigasi, termasuk mengamankan barang-barang penting serta memantau perkembangan informasi cuaca dan pasang surut laut.
Informasi resmi terkait cuaca maritim dan potensi rob dapat diakses melalui laman maritim.bmkg.go.id, call center BMKG, serta kanal media sosial resmi BMKG Maritim.
BMKG juga menekankan bahwa informasi ini bersifat dinamis dan dapat diperbarui sesuai perkembangan kondisi atmosfer dan laut.
Oleh karena itu, masyarakat diminta terus mengikuti pembaruan resmi untuk meminimalkan risiko dampak banjir pesisir pada pertengahan Februari 2026.
Sumber: Direktorat Meteorologi Maritim BMKG | Call Center: 196 | maritim.bmkg.go.id/kompastv





