Jakarta,IntiJayaNews.com – Komite Olimpiade Internasional (IOC) mulai mempertimbangkan atlet atlet transgender dan atlet dengan perbedaan perkembangan seksual (DSD), dilarang mengikuti semua cabang yang dipertandingkan di Olimpiade 2026.
Dikutip dari The Times, Direktur medis dan ilmiah IOC Dr. Jane Thornton, pekan lalu, mempresentasikan tinjauan berbasis sains, dalam pertemuan dengan IOC, yang meneliti keuntungan fisik permanen dari kelahiran laki-laki.
Sementara, Presiden IOC yang baru, Kirsty Coventry, telah berulang kali menegaskan keinginannya untuk ‘melindungi kategori putri’.
Ada kemungkinan atlet transgender akan dilarang di semua cabang olahraga Olimpiade, untuk menyelesaikan masalah yang kontroversial dalam beberapa tahun terakhir.
Kebijakan ini juga diharapkan mencakup atlet DSD. Hal ini merujuk pada mereka yang dibesarkan sebagai perempuan sejak lahir tetapi juga memiliki kromosom laki-laki dan kadar testosteron yang serupa dengan laki-laki.
Kebijakan terbaru ini muncul menyusul kontroversi besar yang terjadi di Olimpiade Paris pada musim panas 2024.
Saat itu, petinju putri Khelif dan Lin Yu-Ting, meraih medali emas. Walaupun keduanya telah dilarang mengikuti Kejuaraan Dunia tahun sebelumnya, di tengah tuduhan bahwa mereka gagal memenuhi kriteria kelayakan gender.
Sumber: Daily Mail/ftnews





