ASTAGA…Anak SD di NTT Gantung Diri Tak Bisa Beli Buku, Ini Tanggapan Pemerintah!

Jakarta,IntiJayaNews.com – Seorang anak di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang gantung diri karena tak bisa beli buku, menjadi perhatian pemerintah.Ironisnya, keluarga korban sama sekali tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah.

Pemerintah melalui Menteri Sosial Syaifullah Yusuf menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang terjadi dan menegaskan pentingnya kehadiran negara dalam memberikan perlindungan bagi keluarga rentan.

Bacaan Lainnya

Ia menilai kejadian tersebut harus menjadi perhatian dan atensi bersama, baik pemerintah pusat maupun daerah.

“Tentu kita prihatin dan turut berduka,” kata Syaifullah Yusuf dalam keterangannya, dikutip Selasa (4/2/2026).

Menurut pria yang akrab disapa Gus Ipul itu, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya penguatan sistem pendampingan sosial di daerah.

Ia menekankan perlunya sinergi yang lebih kuat antara Kementerian Sosial dan pemerintah daerah agar keluarga yang membutuhkan tidak luput dari perhatian negara.

“Yang kedua tentu ini menjadi perhatian, menjadi atensi kita bersama. Tentu bersama pemerintah daerah kita harus memperkuat pendampingan, kita harus memperkuat data kita, kita harapkan tidak ada yang tidak terdata ini,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang siswa SD kelas IV berinisial YBS (10 tahun) di Kabupaten Ngada, NTT, diketahui mengakhiri hidupnya sendiri pada 29 Januari 2026 karena tak bisa membeli buku dan pensil akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

YBS tinggal bersama neneknya yang berusia 80 tahun di sebuah pondok di Dusun Sawasina, Desa Nuruwolu, Kecamatan Jerebuu.

Sehari sebelumnya, ia menginap di rumah ibunya dan meminta uang untuk membeli buku serta pena, tapi permintaan itu tak terkabul karena ibunya tak punya uang dan ayahnya telah meninggal saat YBS masih dalam kandungan.

Pagi harinya, YBS terlihat duduk di depan rumah tanpa bersekolah, dan siang hari ditemukan warga tergantung di pohon cengkeh dekat pondok.

Polisi menemukan secarik kertas tulisan tangan YBS yang diduga surat perpisahan untuk ibunya.

Adapun isi suratnya yakni “Surat untuk mama. Saya pergi dulu. Mama relakan saya pergi. Jangan menangis ya mama. Jangan pula Mama mencari atau merindukanku. Selamat tinggal mama.” tulisan itu cocok dengan buku catatan korban setelah diperiksa.(ftnews)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *