Jakarta,IntiJayaNews.com – Iran dan Amerika Serikat (AS) sepakat akan gencatan senjata. Lalu bagaimana nasib kapal Pertamina yang mengangkut minyak ke Indonesia?
Corporate Secretary PIS Vega Pita mengatakan kedua supertanker minyak atau very large crude carrier (VLCC) tersebut—yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro — saat ini masih diupayakan untuk bisa melintasi Selat Hormuz dengan bantuan Kementerian Luar Negeri.
“PT Pertamina International Shipping (PIS) terus melakukan koordinasi intensif dengan pihak Kementerian Luar Negeri, yang secara aktif menjalin komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait. Hingga saat ini, upaya diplomasi tersebut terus berjalan,” ujarnya dikutip BloombergTechnoz, Rabu (8/4/2026).
“Bersama dengan Kemenlu, PIS terus memantau perkembangan 24/7 dan membahas persiapan teknis agar kedua kapal dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman.”
Tanker minyak Pertamina Pride milik PIS tercatat masih belum dapat melewati Selat Hormuz, padahal kapal dengan tujuan akhir Cilacap tersebut semestinya diestimasikan tiba di Tanah Air pada 2 April 2026.
Pertamina Pride yang membawa hampir 2 juta barel minyak mentah untuk kebutuhan dalam negeri.
Di sisi lain, terdapat satu tanker PIS yang masih belum dapat melewati Selat Hormuz, yakni Gamsunoro.
Gamsunoro. tercatat dalam perjalanan dari pelabuhan Khur Al Zubair, Iraq menuju Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Gamsunoro sendiri sedang berlayar untuk melayani pihak ketiga (non-Pertamina).
Awalnya, terdapat empat kapal PIS yang berada di kawasan Timur Tengah. Antara lain; Gamsunoro di Khor al Zubair, Irak, Pertamina Pride yang tengah melakukan proses muat di Ras Tanura, PIS Rinjani dalam posisi lego jangkar di Khor Fakkan, serta PIS Paragon di Oman.
Belum lama ini, PIS Paragon dan PIS Rinjani berhasil keluar dari wilayah konflik Timur Tengah, dan tengah melayani distribusi energi untuk mitra pihak ketiga.
Secara total, PIS saat ini mengoperasikan 345 kapal untuk mendukung kebutuhan energi dalam negeri.(Bloomberg Technoz)





