Washington,IntiJayaNews.com – Armada kapal perang Amerika Serikat (AS) tengah memasuki kawasan tersebut telah bersiap untuk menyelesaikan misi mereka “dengan cepat dan penuh kekerasan.”
Demikian bunyi peringatan Presiden AS Donald Trump terhadap Iran, karena waktu untuk mencapai kesepakatan dengan AS semakin menipis.
Melalui unggahan di media sosial, Trump menyatakan keinginannya agar Iran segera duduk di meja perundingan untuk menyepakati “perjanjian yang adil dan merata—TANPA SENJATA NUKLIR.” Ia juga memperingatkan bahwa serangan kali ini akan jauh lebih dahsyat dibandingkan serangan yang ia perintahkan terhadap program nuklir Iran pada Juni lalu.
Trump telah berulang kali memperingatkan Iran bahwa AS kemungkinan akan melancarkan serangan baru. Ancaman tersebut sebelumnya dikaitkan dengan tindakan keras Iran yang mematikan terhadap gelombang protes yang bermula pada akhir Desember. Trump juga sempat mengeklaim bahwa program nuklir Iran telah “hancur total” akibat serangan bulan Juni tersebut.
Unggahan terbaru Trump ini langsung memicu reaksi pasar, di mana harga minyak mentah melonjak ke level tertinggi dalam sesi perdagangan.
Di tengah ketegangan yang meningkat, kantor berita semi-pemerintah Iran, Iranian Students News Agency, melaporkan pada Senin bahwa Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan Utusan Khusus AS Steve Witkoff tengah bertukar pesan secara “informal.” Sejumlah negara juga dikabarkan telah menawarkan diri sebagai mediator guna meredam eskalasi antara kedua negara.
Spekulasi mengenai serangan AS yang akan segera terjadi semakin menguat setelah kapal induk USS Abraham Lincoln beserta gugus tempurnya memasuki kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir.
(Bloomberg)





