Jakarta,IntiJayaNews.com – Fenomena relawan politik,selebritas, hingga asisten artis ditunjuk menjadi komisaris perusahaan terkait BUMN, disorot Ketua DPR Puan Maharani.
Puan mendorong agar penunjukan komisaris sesuai dengan kompetensi yang dimiliki oleh bersangkutan, tanpa harus melibatkan relasi-relasi tertentu.
“Terkait dengan penetapan-penetapan komisaris, tentu saja kami DPR mendorong untuk bisa nantinya ditetapkan orang-orang yang profesional dan kompeten ke depannya,” kata dia di komplek parlemen, Jumat (3/7/2026).
Sebelumnya, penunjukan Mufli sebagai Komisaris Krakatau Posco, perusahaan patungan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan POSCO asal Korea Selatan, menuai sorotan publik.
Mengingat, Mufli dikenal sebagai bagian dari tim pengawal dan asisten yang mendampingi segala aktivitas Raffi Ahmad—artis sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni.
Begitu pun dengan Ginka Febriyanti Ginting yang berusia 27 tahun menuai kontroversi menjadi komisaris Pertamina Retail.
Jauh sebelum ditunjuk menjadi komisaris, Ginka diketahui merupakan relawan Prabowo Subianto pada Pilpres 2024.
Hal ini memunculkan perdebatan di masyarakat.
Pasalnya keduanya yang dinilai belum memiliki pengalaman mumpuni, namun ditunjuk menjadi komisaris di perusahaan BUMN.(Ftnews)





