Jakarta,IntiJayaNews.com – Program Kampung Internet yang digagas Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), pemerataan konektivitas hingga ke wilayah desa, kembali menargetkan penambahan 1000 titik akses internet pita lebar tetap (fixed broadband).
Ketua Tim Akselerasi Infrastruktur Fixed Broadband Kemkomdigi, Singgih Yuniawan, mengatakan, pembangunan ini akan melanjutkan capaian 1.282 titik yang dibangun pada 2025. Dengan tambahan tersebut, total titik Kampung Internet ditargetkan mencapai 2.282 titik.
“Ada program lagi penambahan 1.000 titik. Jadi plus melanjutkan yang sekarang, jadinya total 2.282 titik,” kata Singgih di Desa Setanggor, Lombok Tengah, NTB, Rabu 22 April 2026.
Penambahan titik Kampung Internet direncanakan menyasar sejumlah daerah yang masih minim akses fiber optik. Antara lain Sumatra Barat, Sumatra Utara, Kabupaten Kupang, Maluku Utara, dan Gorontalo.
Selain itu, rencana pembangunan di Kalimantan Barat masih berada pada tahap penjajakan. Menurut Singgih, pemilihan lokasi dilakukan melalui pemetaan wilayah yang belum terjangkau jaringan fiber optik.
Termasuk mempertimbangkan usulan pemerintah daerah dan kementerian terkait. Kemkomdigi memiliki basis data hingga tingkat desa untuk memastikan wilayah sasaran benar-benar belum memiliki akses internet tetap.
“Kita cocokkan usulan dengan data digital, apakah benar lokasi itu belum tersedia fiber optik. Kalau belum ada, kita survei dulu, mulai dari survei on-desk hingga lapangan,” ujarnya.
Menurutnya, jika wilayah dinilai layak, Kemkomdigi akan berkoordinasi dengan asosiasi industri. Seperti Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).
Hal ini dilakukan untuk mencari penyedia layanan internet yang bersedia masuk ke daerah sasaran. Pemerintah juga menyiapkan skema insentif sebagai stimulus.
Dalam program ini, layanan internet akan diberi insentif pada tahun pertama. Agar operator tertarik membuka jaringan sebelum nantinya beroperasi secara mandiri.
“Operator tidak akan mau masuk ketika tidak ada kepastian pelanggan. Ini tugas kita memancing mereka,” ujar Singgih.
Program Kampung Internet diharapkan menjadi langkah strategis mempercepat pemerataan konektivitas digital. Sekaligus membuka peluang ekonomi dan layanan publik berbasis internet di wilayah yang sebelumnya belum terjangkau.(RRI/editor:jeffrysarafil)




