Jakarta,IntiJayaNews.com – Memperingati Hari Kartini 21 April 2026, Komnas Perempuan melaporkan bahwa Indonesia tengah menghadapi peningkatan signifikan kekerasan terhadap perempuan.
Pada catatan, selama tahun 2025 tercatat ada 376.529 laporan. Hal tersebut meningkat 14% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Lonjakan kasus kekerasan terhadap perempuan pada 2025 menunjukkan bahwa kita tidak hanya menghadapi peningkatan angka, tetapi krisis sistemik yang belum sepenuhnya mampu dijawab oleh sistem hukum dan kebijakan,” ujar Ketua Komnas Perempuan, Maria Ulfah Anshor dalam keterangan tertulis yang dikutip, Selasa (21/4/2026).
Tren lima tahun terakhir data pengaduan Komnas Perempuan di ranah publik memperlihatkan pola yang relatif konsisten, Kekerasan berbasis gender online (KBGO) tetap menjadi jenis kekerasan yang paling dominan. Tercatat 1091 kasus KBGO, 977 (90%) di antaranya KBGO seksual.
“Tahun 2025, menggambarkan bahwa kekerasan terhadap perempuan yang sistemik terus mengalami pemicu yang berlapis karena krisis yang multidimensi dan kompleks seperti kerusakan ekologis, blacksliding demokrasi, kekerasan yang menggunakan teknologi saling berkelindan dan memperdalam kerentanan perempuan ,” kata Wakil Ketua Komnas Perempuan, Dahlia Madanih.
Komnas Perempuan juga menyoroti terkait tantangan serius yang sering dihadapi dalam menangani kasus, seperti stagnasi legislasi, resistensi politik, ketimpangan respons antar lembaga negara, serta keterbatasan kapasitas kelembagaan yang belum sebanding dengan skala kebutuhan perlindungan korban.
“Kami melihat adanya kesenjangan serius antara kebutuhan perlindungan korban dan kapasitas sistem yang tersedia, dan ini harus menjadi perhatian bersama,” tegas Dahlia. (Bloomberg Technoz/editor:jeffrysarafil)





