Jakarta,IntiJayaNews.com – Perdagangan akhir pekan ini, Jumat (17/4/2026), kurs rupiah masih tertekan, ditutup menyentuh level terendah Rp17.187/US$.
Pergerakan rupiah hari ini menandakan pelemahannya selama tiga pekan berturut-turut. Ini menjadi sinyal bahwa faktor eksternal dan domestik saling membentuk tekanan bagi rupiah.
Strategis valas Bloomberg Stephen Chiu dan Chunyu Zhang dalam laporannya menyebut nilai wajar rupiah berada di Rp15.668/US$, per 10 April 2026.
“Jika dibandingkan dengan rata-rata nilai tukar dalam 10 tahun terakhir sebesar Rp14.716/US$, maka tingkat undervalued itu bahkan mencapai 13,9%,” sebut Stephen Chiu dan Chunyu Zhang dalam laporannya.
Sebagai catatan, model BEER mengukur nilai keseimbangan (nilai wajar) jangka menengah hingga panjang suatu mata uang dengan menganalisis variabel-variabel makroekonomi secara statistik.
(Bloomberg Technoz/editor: Jeffry Sarafil)





