Teheran,IntiJayaNews.com – Dunia mengharapkan ada pertemuan kedua, negosiasi damai Iran dan Amerika Serikat (AS), mengutip CNN Internasional, Iran belum menunjukkan untuk melanjutkan.
Kantor berita Fars yang berafiliasi dengan pemerintah Iran melaporkan, sumber yang dekat dengan tim perunding menyatakan Iran tidak berada dalam posisi terburu-buru.
“Iran tidak terburu-buru, dan selama AS belum menyetujui kesepakatan yang masuk akal, tidak akan ada perubahan terhadap status Selat Hormuz,” tulis Fars mengutip sumber tersebut.
Perundingan panjang yang berlangsung di Islamabad gagal menghasilkan titik temu untuk mengakhiri konflik yang berlangsung.
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menilai hasil tersebut sebagai kabar buruk bagi Iran. Sebaliknya, mantan Wakil Presiden Iran Ataollah Mohajerani justru menyebut kondisi ini lebih merugikan Amerika Serikat.
“AS yang mengusulkan negosiasi, menyiapkan mediator, dan menyetujui sepuluh syarat Iran untuk perundingan, tetapi berupaya meraih di meja perundingan apa yang gagal dicapai di medan perang,” ujar Mohajerani.
Delegasi Iran dilaporkan meninggalkan Islamabad sekitar tengah malam waktu setempat, menurut laporan media pemerintah.
(Bloomberg Technoz/Editor: Jeffry Sarafil)





