Islamabad,IntiJayaNews.com – Apa yang menyebabkan perundingan pertama berlangsung 21 jam menemui jalan buntu? Tiba-tiba Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mninggalkan meja perundingan damai dengan Iran, di Pakistan,.Minggu (12/4/2026).
“Selama 21 jam kami telah melakukan sejumlah diskusi substantif dengan pihak Iran. Itu kabar baiknya. Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan,” kata Vance dalam pernyataannya mengutip Al Jazeera, Jakarta, Minggu (12/4/2026).
Sebelum perundingan dimulai, seorang pejabat tinggi Iran mengungkapkan bahwa pencairan aset Teheran yang dibekukan di Qatar menjadi salah satu tuntutan utama dalam negosiasi dengan AS.
Sumber tersebut bahkan mengklaim bahwa Washington telah menyetujui pelepasan dana bernilai miliaran dolar yang tersimpan di berbagai bank luar negeri.
Selain itu, Iran juga mengajukan sejumlah tuntutan lain, termasuk kendali atas Selat Hormuz, kompensasi atas dampak perang, serta penerapan gencatan senjata menyeluruh di kawasan, termasuk Lebanon. Teheran juga ingin memberlakukan biaya bagi kapal-kapal yang melintasi jalur strategis tersebut.
Isu Selat Hormuz menjadi salah satu titik krusial dalam negosiasi, mengingat perannya yang vital dalam jalur distribusi energi global, sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati wilayah tersebut. Iran dilaporkan menutup akses selat itu sejak konflik memanas.
“Kami mencapai kesepahaman dalam sejumlah isu, namun pandangan kami berbeda pada dua atau tiga isu penting, dan pada akhirnya pembicaraan tidak menghasilkan kesepakatan,” kata Baghaei seperti dikutip kantor berita Mehr.(*Berbagai Sumber)





