Jakarta,IntiJayaNews.com – Bagi yang berliburan Lebaran (Sabtu 21/3/2026), Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap suhu panas tinggi di wilayah DKI Jakarta, sempat menyentuh 35,6 derajat Celsius.
“Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh saat cuaca panas untuk mencegah gangguan kesehatan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, Kamis (19/3/2026).
Dikatakan, terdapat sejumlah risiko kesehatan yang perlu diantisipasi selama periode panas ekstrem tersebut.Salah satunya adalah heat stroke, yakni kondisi darurat medis yang ditandai dengan suhu tubuh sangat tinggi, kulit terasa panas dan kering, serta gangguan kesadaran. Selain itu, heat exhaustion juga berpotensi terjadi, dengan gejala seperti pusing, mual, sakit kepala, kram otot, dan keringat berlebih.
Mayarakat diimbau untuk memperhatikan kecukupan cairan, khususnya saat menjalankan ibadah puasa. Air putih tetap menjadi pilihan utama karena mudah diserap tubuh dan aman dikonsumsi.
Selain itu, larutan rehidrasi oral atau oralit dapat dimanfaatkan untuk menggantikan elektrolit yang hilang, terutama pada kondisi dehidrasi sedang hingga berat. Pilihan lain yang dapat dikonsumsi adalah air kelapa yang mengandung elektrolit alami, serta minuman isotonik yang mengandung elektrolit dan sedikit gula untuk membantu memulihkan energi setelah aktivitas.
“Jus buah tanpa tambahan gula juga dapat menjadi pilihan karena mengandung air dan vitamin yang membantu hidrasi ringan,” tandasnya. (Bloomberg Technoz)





