Cuaca Jabodetabek 10-11 Maret 2026, BMKG: Waspada Angin Kencang!

Ilustrasi/Foto: Istimewa

Jakarta,IntiJayaNews.com – Peringatan dini cuaca untuk wilayah Jabodetabek pada periode 10–11 Maret 2026, dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Direktorat Meteorologi Publik.

Data BMKG, pada 10 Maret 2026 terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang masuk kategori Waspada di wilayah Kepulauan Seribu dan Kabupaten Bogor.

Bacaan Lainnya

Kondisi ini berpotensi menimbulkan dampak berupa genangan, luapan air sungai, serta potensi longsor di daerah dengan kondisi geografiscuac yang rentan.

Sementara itu, untuk kategori Siaga yang menunjukkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat, BMKG menyatakan nihil wilayah di kawasan Jabodetabek yang masuk dalam kategori tersebut pada tanggal tersebut.

Demikian pula untuk kategori Awas yang menandakan potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem, BMKG tidak mencatat adanya wilayah yang masuk dalam tingkat peringatan tertinggi tersebut.

Selain potensi hujan, BMKG juga mengingatkan adanya kemungkinan angin kencang pada 10 Maret 2026 di beberapa wilayah sekitar Tangerang, yakni Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang.

Angin kencang dapat meningkatkan risiko pohon tumbang, kerusakan ringan pada bangunan, serta gangguan aktivitas masyarakat.

Untuk 11 Maret 2026, BMKG mencatat tidak ada wilayah Jabodetabek yang berstatus Waspada, Siaga, maupun Awas terkait potensi hujan.

Namun demikian, peringatan dini terkait angin kencang masih dikeluarkan untuk sejumlah wilayah, meliputi Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang, Kota Jakarta Utara, Kota Jakarta Pusat, Kota Jakarta Barat, Kota Jakarta Timur, Kota Jakarta Selatan, serta Kepulauan Seribu.

BMKG menjelaskan bahwa kondisi cuaca dengan potensi angin kencang dapat menimbulkan berbagai dampak, mulai dari gangguan aktivitas masyarakat hingga potensi kerusakan pada infrastruktur ringan.

Oleh karena itu, masyarakat di wilayah yang disebutkan diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan cuaca ekstrem, terutama bagi pengguna jalan, nelayan, maupun warga yang beraktivitas di ruang terbuka.

Informasi peringatan dini ini merupakan bagian dari sistem peringatan cuaca BMKG yang terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi atmosfer.

Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG guna mengantisipasi potensi dampak yang dapat terjadi.(kompastv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *