Jakarta,IntiJayaNews.com – Melansir Money Control, Kamis (5/3/2026), Patricia Marins, analis independen yang fokus pada pertahanan dan keamanan, menyebutkan Iran mungkin menggunakan seni tanah berskala besar untuk mengelabui serangan udara Israel dan Amerika Serikat (AS).
Ia juga merujuk pada taktik serupa yang diduga digunakan Rusia selama fase perang tahun 2023 di Ukraina untuk menyesatkan citra satelit.
Selama fase perang di Ukraina tahun 2023, Rusia menggunakan lukisan anamorfik skala besar di darat sebagai taktik penipuan untuk membingungkan citra satelit dan pengintaian udara.
Lukisan-lukisan ini dirancang untuk meniru peralatan militer, seperti pesawat terbang, untuk menyesatkan identifikasi target, membuang amunisi musuh, dan melindungi aset nyata.
Sebelumnya diketahui, pasukan Pertahanan Israel (IDF) menunjukkan rekaman yang menunjukkan serangan udara terhadap helikopter Mi-17 Iran. Dalam rekaman itu, tampak pesawat yang menjadi target militer tersebut “hancur”.
Namun, keaslian tentang objek yakni helikopter Mi-17 pada video tersebut menjadi pertanyaan.
Rekaman yang diterbitkan IDF menunjukkan serangan udara terhadap sekelompok tentara Iran yang mengoperasikan sistem pertahanan udara dan menargetkan helikopter Mi-17 buatan Rusia yang digunakan oleh tentara Iran.(okezone)





