Asal-Usul JERUK KIM KIT Lambang Keberuntungan Perayaan Imlek

Foto: istimewa

Jakarta,IntiJayaNews.com – Pohon jeruk Kim kit dan Chusa selalu hadir dalam perayaan Tahun Baru Imlek, banyak dijual di kawasan Meruya dengan harga Rp1 juta hingga Rp15 juta

Selain sebagai dekorasi, pohon jeruk Kim kit dan Chusa juga memiliki makna simbolis bagi masyarakat Tionghoa. Tanaman jeruk tersebut dipercaya melambangkan keberuntungan, kemakmuran, dan rezeki karena warna buahnya menyerupai emas serta identik dengan simbol kekayaan.

Bacaan Lainnya

Pohon jeruk ini biasanya ditempatkan di dalam rumah, halaman, maupun area usaha untuk menyambut Tahun Baru Imlek dengan harapan membawa keberuntungan sepanjang tahun.

Persebarannya meluas ke Eropa dan Asia Tenggara, dan kini tumbuh subur di iklim tropis. Berikut asal-usul dan sejarah jeruk kimkit.

Asal:

Jeruk kimkit berasal dari Tiongkok dan Asia Tenggara. 

Budidaya Awal:

Buah ini sudah dibudidayakan di Tiongkok sejak abad ke-12. 

Persebaran:

Seiring waktu, persebarannya meluas ke berbagai negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Thailand, Filipina, dan Indonesia. 

Penyebaran ke Eropa:

Pada tahun 1846, kolektor tanaman dari London Horticultural Society membawa jeruk kimkit ke Eropa. 

Keunikan dan Manfaat

Bisa Dimakan dengan Kulit:

Keunikan utama jeruk kimkit adalah bisa dimakan langsung bersama kulitnya, yang memberikan rasa manis dan aroma harum khas. 

Simbol Keberuntungan:

Dalam budaya Tionghoa, jeruk kimkit melambangkan keberuntungan, rezeki, dan kemakmuran, terutama saat perayaan Imlek. 

Penggunaan dan Budaya

Perayaan Imlek:

Permintaan jeruk kimkit meningkat menjelang perayaan Imlek karena dianggap membawa keberuntungan dan rezeki. 

Tanaman Hias:

Karena mudah tumbuh di pot dan perawatan sederhana, jeruk kimkit juga populer sebagai tanaman hias. 

(*Berbagai Sumber)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *