Jakarta,IntiJayaNews.com – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus bersyukur hingga kini virus Nipah belum masuk ke Indonesia, namun menekankan pentingnya kewaspadaan nasional.
Dikatakan, virus nipah merupakan penyakit yang sangat infeksius dan mematikan.
“Nipah itu terjadi di India sejak September tahun lalu. Ada dua kasus, tapi India tahu bahwa itu sangat infeksius dan mematikan. Mereka langsung lockdown kencang supaya jangan sampai lepas. Kita bersyukur sampai hari ini belum sampai Indonesia, moga-moga jangan sampai,” ujar Benjamin di Istana, Jakarta, Senin 2 Februari 2026 malam.
Benjamin memastikan Kementerian Kesehatan memperkuat pengawasan di seluruh bandara melalui Balai Karantina Kesehatan. Ia menyebut pengecekan rutin dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta, baik di terminal kedatangan maupun keberangkatan.
Apa Itu Virus Nipah?
Mengutip hallodoc, Virus nipah (NiV) adalah virus zoonosis yang berarti dapat menular dari hewan ke manusia. Virus ini termasuk dalam genus Henipavirus dan keluarga Paramyxoviridae. Pertama kali diidentifikasi pada tahun 1998 di Malaysia saat terjadi wabah di kalangan peternak babi.
Sejak saat itu, virus nipah terus menjadi perhatian dunia karena potensi pandeminya dan tingkat kematian yang tinggi.
Menurut data dari World Health Organization (WHO), infeksi virus nipah dapat menyebabkan penyakit yang parah pada manusia, mulai dari infeksi pernapasan hingga ensefalitis (radang otak) yang mematikan.
Sampai saat ini, belum ada vaksin atau pengobatan khusus untuk infeksi virus nipah, sehingga pencegahan menjadi kunci utama.
Penyebab Virus Nipah
Penyebab utama virus nipah adalah kelelawar buah dari genus Pteropus, juga dikenal sebagai flying foxes. Kelelawar ini merupakan reservoir alami virus, artinya mereka dapat membawa virus tanpa menunjukkan gejala sakit. Virus ini kemudian dapat menular ke hewan lain, seperti babi, atau langsung ke manusia.
Cara Penularan Virus Nipah
Virus nipah menyebar melalui beberapa jalur utama:
Hewan ke manusia: Kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, terutama kelelawar buah dan babi. Peternak babi dan orang yang sering berinteraksi dengan hewan berisiko tinggi terinfeksi.
Makanan terkontaminasi: Mengonsumsi produk makanan yang terpapar cairan tubuh hewan terinfeksi, seperti nira kelapa mentah yang dikumpulkan di dekat habitat kelelawar atau buah-buahan yang digigit kelelawar.
Manusia ke manusia: Kontak erat dengan cairan tubuh (darah, urin, air liur, atau cairan pernapasan) dari orang yang terinfeksi. Penularan ini sering terjadi di lingkungan rumah sakit atau keluarga.
Gejala Infeksi Virus Nipah
Masa inkubasi virus nipah, yaitu waktu antara paparan dan munculnya gejala, biasanya 4-14 hari, tetapi bisa juga lebih panjang. Gejala infeksi virus nipah bervariasi, mulai dari ringan hingga berat, dan dapat berkembang dengan cepat.
Tanda-tanda infeksi virus nipah meliputi:
Gejala awal: Demam, sakit kepala, nyeri otot (mialgia), muntah, dan sakit tenggorokan.
Masalah pernapasan: Batuk, sulit bernapas, dan pneumonia (radang paru-paru) atipikal. Pahami informasi lain seputar Infeksi Saluran Pernapasan – Gejala, Penyebab, dan Pencegahannya agar kamu waspada.
Ensefalitis: Peradangan otak yang dapat menyebabkan kebingungan, disorientasi, kejang, penurunan kesadaran, hingga koma dalam waktu 24-48 jam.
Keterlambatan diagnosis dan penanganan dapat meningkatkan risiko kematian akibat infeksi virus nipah.(*Berbagai Sumber)





