Jakarta,IntiJayaNews.com – Proses pembongkaran tiang monorel, pekan depan, rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, telah disiapkan Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) DKI.
“Di sana kan ada dua lajur, ada jalur lambat, ada jalur cepat. Jadi pada saat alat berat masuk, itu akan berada di sisi jalur lambat. Sementara jalur cepat itu tetap berfungsi,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo, dikutip Jumat (9/1/2026).
Syafrin mengatakan, proses pembongkaran tiang monorel akan dilakukan pada malam hari. Tetapi, ia belum bisa memastikan jam kerja pembongkaran tersebut.
“Tapi rencananya dari kapan sampai kapan, berapa lama, itu nanti dengan teman-teman Dinas Bina Marga ya yang eksekusi,” ujar Syafrin.
Maka dari itu, Dishub DKI akan menyiapkan spanduk atau rambu agar masyarakat bisa menyesuaikan aktivitas dengan adanya proses pembongkaran tiang monorel.
“Sudah, kami koordinasi terus terkait dengan itu. Oleh sebab itu tidak ada penutupan jalan, yang ada penggunaan jalur lambat untuk penempatan alat berat pada saat pelaksanaan pembongkaran,” tutur Syafrin.
Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengeluarkan dana hingga Rp100 miliar untuk membongkar 98 tiang monorel yang mangkrak berdiri di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo mengatakan, proyek pembongkaran sekaligus penataan kawasan ini akan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
“Anggaran pembongkaran ini jadi satu dengan penataan jalan dan trotoarnya. Totalnya semua sekitar Rp100 miliar,” ujar Heru di Balai Kota Jakarta, Rabu.(*Berbagai Sumber)





