Jakarta,IntiJayaNews.com – Perempuan perantau asal Nusa Tenggara Timur (NTT) curhat di media sosial dirinya baru pulang kerja dalam kondisi lelah, namun tiba-tiba diminta angkat kaki dari kosan. “Pulang kerja capek banget-banget, mendadak suruh pindah kos dengan alasan direnovasi. Sedangkan Bali sekarang sedang susah untuk nyari kos,” curhatnya, dikutip Jumat (8/1/2026).
Unggahannya tersebut mendapat respons luas dari warganet, khususnya sesama warga NTT yang merantau di Bali. Banyak di antaranya mengaku mengalami kejadian serupa, yakni diminta pindah kos secara mendadak tanpa kejelasan.
Akun Instagram @denpasarcerita turut mengangkat fenomena ini dan menyebut kasus tersebut tidak dialami satu orang saja. “Curhatan Seorang Gadis asal NTT di Sosmed, Baru pulang kerja disuruh pindah Kos karna mau renovasi, ternyata banyak yg merespon karna mengalami hal serupa, tiba tiba di suruh pindah kos juga,” tulis akun tersebut.
“Apakah karena banyak kejadian memilukan akhir ini di pulau Bali yang berkaitan dengan segelintir oknum perantau asal NTT yang sering bikin ulah yang berimbas pada saudara kita ???” lanjutnya.
Sebelumnya, Bali sempat dihebohkan oleh keputusan adat Desa Adat Selat, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem. Aturan tersebut viral karena memuat larangan bagi pendatang asal NTT atau Flores untuk tinggal di rumah kos di wilayah desa adat tersebut.
Keputusan itu dihasilkan melalui paruman Desa Adat Selat yang digelar pada 1 Januari 2026. Hasil rapat dituangkan dalam Berita Acara Nomor 01/DAS-BA/I/2026 dan disahkan oleh prajuru desa adat.
Dalam isi keputusan tersebut, pemilik kos dilarang menyewakan kamar kepada pendatang dari luar Bali timur, khususnya dari NTT atau Flores. Bahkan, pendatang yang sudah terlanjur tinggal di wilayah Desa Adat Selat diwajibkan untuk diusir.
Aturan adat itu juga disertai sanksi bagi pelanggar, berupa denda 250 catu beras dan kewajiban melaksanakan upacara mecaru di Catus Pata Desa Adat Selat pada 13 Januari 2026. Kebijakan ini memicu polemik karena dinilai berpotensi mendiskriminasi kelompok tertentu.
Reaksi netizen pun terbelah. Ada yang mengkritik karena warga Bali pun banyak yang merantau ke NTT, namun tak sedikit pula yang mendukung kebijakan tersebut.
Yang jelas, ketegangan sosial ini masih membayangi hubungan antarwarga Bali dan NTT di tengah arus perantauan dan pencarian kerja.(Ftnews)





