Serba-Serbi Tahun Baru 2026, Dari Tembok China Hingga Copacabana Brasil Meriah!

Foto: Antara

Jakarta,IntiJayaNews.com – Melansir Reuters, Kamis (1/1/2026), terompet Tahun Baru 2026 dimulai di pulau-pulau terdekat dengan Garis Tanggal Internasional di Pasifik, termasuk Kiritimati, Tonga, dan Selandia Baru.

Di Australia, Sydney membuka 2026 dengan perayaan kembang api megah yang telah menjadi tradisi. Sekitar 40.000 efek piroteknik membentang sepanjang tujuh kilometer di atas gedung dan tongkang di pelabuhan, berpuncak pada efek air terjun dari Jembatan Sydney Harbour.

Bacaan Lainnya

Perayaan tahun ini berlangsung di bawah pengamanan ketat, menyusul tragedi penembakan yang menewaskan 15 orang dalam acara komunitas Yahudi beberapa pekan sebelumnya.

Pada pukul 23.00 waktu setempat, penyelenggara menggelar mengheningkan cipta selama satu menit untuk para korban. Jembatan Harbour bermandikan cahaya putih, sementara simbol menorah yang merupakan lambang Yudaisme diproyeksikan pada pilarnya.

“Setelah akhir tahun yang tragis bagi kota kami, kami berharap Malam Tahun Baru menjadi momentum untuk bersatu dan menatap 2026 dengan harapan akan kedamaian dan kebahagiaan,” ujar Wali Kota Sydney Clover Moore.

Sementara itu di Korea Selatan, ribuan orang memadati paviliun lonceng Bosingak di Seoul. Tepat tengah malam, lonceng perunggu tersebut dipukul 33 kali. Tradisi ini berakar pada kosmologi Buddha yang melambangkan 33 surga dan diyakini mengusir bala serta menyambut damai dan kemakmuran.

Genderang di Tembok Besar China

Sementara itu, perayaan dan tabuhan genderang menggema di Juyong Pass, Tembok Besar China di pinggiran Beijing, China. Para peraya mengenakan atribut kepala dan mengibarkan papan bertuliskan “2026” serta simbol kuda, menjelang datangnya Tahun Kuda dalam kalender lunar China pada Februari.

Di Hong Kong, kembang api Tahun Baru ditiadakan menyusul kebakaran apartemen pada November yang merenggut 161 nyawa. Sebagai pengganti, pertunjukan cahaya bertema “Harapan Baru, Awal Baru” menyelimuti fasad gedung di distrik Central.

Kroasia memulai perayaan lebih dini. Sejak 2000, kota Fuzine menggelar hitung mundur pada tengah hari. Tradisi ini kemudian menyebar ke berbagai daerah. Kerumunan bersorak, bersulang dengan sampanye, dan menari di bawah matahari. Sejumlah pemberani bahkan menceburkan diri ke perairan dingin Danau Bajer.

Brasil Incar Rekor Dunia

Di Pantai Copacabana, Rio de Janeiro, Brasil, warga menyambut Tahun Baru dalam balutan cuaca hangat lewat pesta musik dan kembang api “Reveillon.” Penyelenggara menargetkan memecahkan rekor perayaan malam Tahun Baru terbesar yang sebelumnya dicapai pada Guinness World Record 2024.

Di belahan lain dunia, persiapan menuju bersulang tepat tengah malam berlangsung. Di New York yang bersuhu di bawah nol, pembatas keamanan dan panggung mulai dipasang menjelang lautan manusia yang akan memadati Times Square untuk tradisi penurunan bola.

Sementara itu, kuil Parthenon di Akropolis, Athena, menyambut Tahun Baru dengan keheningan. Wali Kota Athena menyebut kembang api senyap dan ramah lingkungan dipilih untuk meminimalkan gangguan terhadap hewan peliharaan, satwa, dan sebagian warga.

Di Kyiv dan Moskow yang berselimut salju, warga Ukraina dan Rusia memasuki Tahun Baru dengan harapan yang sama: perdamaian, setelah hampir empat tahun konflik berkecamuk.

“Saya berharap perang berakhir. Ini isu utama dan paling penting bagi negara kami,” kata Larisa, seorang perempuan di pusat Moskow, seperti dilansir Reuters.

Di Ukraina, banyak yang menilai perdamaian masih terasa jauh. Namun di Kyiv, Olesia yang berusia sembilan tahun, berbalut pakaian hangat di depan pohon Natal Katedral Saint Sophia, menatap masa depan dengan keyakinan.

“Saya percaya akan ada perdamaian di Tahun Baru,” ujarnya.(Reuters/bisnis.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *