Dubai,IntiJayaNews.com – Pasukan penjaga stabilitas keamanan Gaza dianggap tidak memiliki kerangka kerja yang jelas, alasan Uni Emirat Arab (UEA), tidak berencana mengirim pasukan penjaga perdamaian ke Jalur Gaza.
“UEA belum melihat kerangka kerja yang jelas untuk pasukan stabilitas, dan dalam keadaan seperti itu, kemungkinan besar UEA tidak akan ikut serta dalam pasukan semacam itu,” ujar Anwar Gargash penasihat diplomatik Presiden Uni Emirat Arab (UEA), dalam forum Debat Strategis Abu Dhabi, seperti dikutip dari Gulf News, Selasa (11/11/2025).
Gargash mencatat selama perang di Gaza, UEA telah memberikan bantuan lebih dari 2,57 miliar dolar AS.”UEA akan mendukung semua upaya politik yang bertujuan untuk perdamaian dan akan tetap menjadi yang terdepan di antara negara-negara yang menyediakan bantuan kemanusiaan,” ujarnya.
Pasukan internasional yang dikoordinasi Amerika Serikat (AS) tersebut diperkirakan akan diisi oleh militer dari Mesir, Qatar, dan Turki.
Namun, Resolusi PBB akan mengizinkan pasukan stabilisasi berkekuatan 20.000 personel dari berbagai negara untuk menggunakan semua langkah yang diperlukan guna melaksanakan mandatnya. Ini berarti mereka akan diberi wewenang untuk mengerahkan pasukan.
Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan, pasukan stabilisasi Gaza harus memiliki legitimasi internasional penuh untuk membantu warga Gaza.(iNews)





