Jakarta,IntiJayaNews.com – Teh jahe (Zingiber officinale) menyimpan potensi media luar biasa untuk kesehatan organ vital, terutama ginjal.
Kunci utama manfaat jahe bagi organ ginjal terletak pada tingginya kandungan senyawa aktif berkarakter anti-inflamasi (anti-peradangan) dan antioksidan.
Ulasan ilmiah yang dipublikasikan dalam jurnal Food & Humanity menguraikan secara detail bagaimana kelompok senyawa fenolik pada jahe bekerja melindungi ginjal.
Tak hanya gingerol, jahe juga mengandung turunan bioaktif penting lainnya seperti shogaol, paradol, dan zingeron.
Senyawa-senyawa ini bahu-membahu menekan tingkat stres oksidatif—kondisi di mana radikal bebas merusak sel-sel ginjal:
Gingerol & Zingeron: Bekerja langsung menurunkan stres oksidatif dan mengoptimalkan filtrasi darah di ginjal.
Perlindungan Sepsis: Zingeron secara spesifik terbukti mampu memproteksi ginjal dari kerusakan parah akibat infeksi berat (sepsis).
Penghambat Ginjal Kronis: Rangkaian senyawa fenolik jahe terbukti efektif memperlambat progresi (pemburukan) penyakit ginjal kronis (Chronic Kidney Disease/CKD).
Bantu Turunkan Kadar Urea dan Kreatinin
Menukil riset yang dipublikasikan laman Tabba Kidney Institute, ekstrak jahe memberikan angin segar bagi pasien yang menjalani terapi dialisis (cuci darah).
Konsumsi ekstrak jahe terbukti membantu menurunkan kadar urea dan kreatinin—dua zat limbah metabolisme beracun yang menumpuk di dalam darah saat ginjal mengalami kegagalan fungsi. Penurunan dua indikator ini menunjukkan adanya perbaikan kinerja sistem pembuangan limbah tubuh.
Inovasi Peneliti UGM: Formula “ZAHA” Berbahan Jahe Merah
Manfaat jahe untuk ginjal juga diperkuat oleh inovasi peneliti dalam negeri. Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengembangkan formula khusus berbasis jahe merah bernama ZAHA sebagai agen penghambat penyakit ginjal kronis, khususnya yang dipicu oleh faktor risiko hipertensi (tekanan darah tinggi).(Sindo/Foto:istimewa)





