Nilai Pasar Kecantikan Indonesia Mencapai Rp174,5 Triliun, Gen-Z Pembelian Tercepat

Jakarta,IntiJayaNews.com – Data Worldpanel pasar pasar kecantikan Indonesia tumbuh 12 persen pada 2025 dan kembali mencapai 13 persen pada 2026.

Menurut Statista, nilai pasar beauty dan personal care Indonesia diperkirakan mencapai US$9,74 miliar atau sekitar Rp174,5 triliun pada 2025.

Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (PERKOSMI) dalam rangka memperingati 50 tahun perjalanan organisasi tersebut.

Menggelat diskusi membahas perkembangan industri kosmetik, perubahan perilaku konsumen, perkembangan informasi produk di dunia digital, persaingan usaha, perlindungan konsumen, hingga kesiapan industri menghadapi implementasi sertifikasi halal.

Ketua Umum PERKOSMI Sancoyo Antarikso mengatakan, besarnya pasar menjadi modal penting bagi perkembangan industri kosmetik Indonesia. Namun, menurutnya, pertumbuhan pasar juga harus diikuti dengan penguatan ekosistem industri.

“Industri kosmetik Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dan terus berkembang. Data yang kita lihat menunjukkan bahwa industri ini memiliki skala dan fondasi pertumbuhan yang kuat. Bagi PERKOSMI, yang perlu kita jaga bukan hanya pertumbuhan pasar, tetapi juga ekosistem yang semakin sehat, kompetitif, dan tepercaya,” kata Ketua Umum PERKOSMI Sancoyo Antarikso, Selasa (1/9/2026).

Pertumbuhan tersebut didorong oleh konsumen yang membeli lebih banyak produk, semakin bersedia membayar produk premium, serta memperluas pembelian dari perawatan wajah ke kategori kosmetik dan perawatan rambut.

Beauty Lead Worldpanel Ratu Zahra mengatakan perubahan tersebut terjadi lintas generasi, dengan Gen Z menjadi kelompok yang mengalami pertumbuhan pembelian paling cepat.

“Beauty shoppers saat ini semakin eksploratif, dengan kebutuhan yang semakin beragam di setiap generasi, dimana GenZ menjadi kelompok dengan pertumbuhan pembelian tercepat. Pada saat yang sama, perjalanan konsumen semakin omnichannel, yang artinya membeli dari berbagai macam toko, baik offline maupun online. Sementara itu, kanal online semakin penting sebagai tempat menemukan produk dan merek baru,” kata Ratu.

Kanal digital juga memberikan ruang yang semakin besar bagi merek lokal. Sebanyak 56 persen Gen Z membeli produk beauty secara online.(indozone/editor: jeffrysarafil/foto:suaracom)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *